Postingan

Sepenggal Cerita Anak dan Orang Tua

Hari Jum ’at p ukul 11.00, aku sampai di sebuah gedung tempat aku akan melaksanakan sebuah tes kerja. Hari itu aku bersama bapak dan ibuku, yang mengantarku ke tempat tes. Sebelum tes berlangsung kusujud tangan mereka, kucium pipi dan kening keduanya. “Bapak, ibu.. tolong doakan aku, semoga dapat hasil yang terbaik” begitu pintaku pada mereka. Kedua nya meng iya kan, dan memberiku semangat agar berhasil dalam mengerjakan tes, dengan tatapan sayang nya, dengan senyum hangatnya. Beberapa jam berlalu, aku pun selesai mengerjakan tes. Jujur tes ini lebih sulit dari tes sebelum nya. Aku pun keluar ruangan dengan langkah lunglai dan wajah di tekuk. Senyum ku pahit, dan ku sujud kembali tangan kedua orang tuaku saat bertemu seusai tes dengan senyum kelu itu. Tapi yang membuat ku lebih kelu, wajah ibu yang sangat lesu, lebih lesu dari senyum ku. “Kenapa bu..?” tanyaku pada Ibu. “Tidak apa nak, ibu cuma lesu mendengar perjuangan orang-orang yang ibu temui selama kamu tes ini, ada yang suda...

Do'a, Perkataan dan Pengabulan

Gambar
"Ayo adek, harus semangat belajarnya, yuk tunjukkin posisi belajar yang bener" kataku pada si adek. "Adek mau belajar nya kayak gini, ustadzah" balasnya sambil merebahkan badan nya di lantai. "Anak yang pinter kalau belajar gak begitu loh, sini liat duduknya ustadzah, duduk yang tegap ya" aku pun menegapkan posisi duduk ku, mencontohkan buat si adek. "Enggak ustadzah, adek kan bukan anak yang pinter, jadi gak mau belajar begitu" katanya sambil menatapku. "Adek gak boleh bilang gitu, perkataan itu do'a loh, harus percaya kalau adek tu anak yang pinter, ustadzah aja percaya" kataku menyakinkan. "Jadi perkataan itu do'a ya ustadzah? Berarti adek pinter, ya?" sedikit menegakkan kepalanya, mungkin sedang mempertimbangkan perkataan ku tadi. "Ya betul adeek" jawabku sambil melihatnya. Kemudian ia pun mulai belajar... dengan tetap rebahan 😂 Sesekali ia tegap, namun kalau lelah ia mulai rebahan lagi...

Sampaikanalah walau satu ayat

Gambar
Beliau ini lelaki Amerika, suatu ketika dia shalat di sebuah masjid, setelah selesai, lelaki ini berdiri dan segera mengambil mikrofon, Dibacanya Al-Fatihah dgn suara lirih melemah yang tidak dipahami kecuali oleh mereka yang memahami surat tersebut, lantas berlinanglah air matanya lalu segera berlalu ke luar... Imam masjid tersebut mengikutinya dan menanyai alasan terhadap sikap yang dilakukannya tadi, lelaki Amerika itu menjawab: "Aku baru dua hari masuk Islam, kubaca sebuah kitab terjemahan tentang Islam, kudapati hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "sampaikan dariku walaupun satu ayat" dan aku hanya hafal 7 ayat, maka aku lantas menyampaikannya" :') semoga kita termasuk orang-orang yang meneguhkan agama ini, menjalankan di atas syari'at dengan teguh, dan mampu memberikan hidayah kepada orang lain .. aamiin Ya Rabb sumber

If I could turn back the time

           Aku ingat sewaktu dulu aku menulis postingan  Siapa itu ibu? Siapa itu Ayah?  tahun lalu, ibu mengintip laptopku dan mencoba membacanya. Kalau tidak salah waktu itu aku sedang libur UN, sedang aku masih duduk di kelas 2 SMA. Beliau langsung menengok ke laptopku dan membaca tulisanku. Kemudian aku tinggalkan ibu sejenak untuk memberi waktu untuk membacanya.           Dari jauh aku melihat, dengan mata berkaca beliau membacanya. Kemudian aku tersenyum, sungguh aku tidak menyangka tulisanku dapat menyentuh hatimu, bu. Memang tulisan itu aku tulis karena sambil mengingat-ingat masa dimana aku sering merindukan rumah, merindukan ayahku, ibuku dan adik-ku yang bandel. Merindukan riuhnya rumah dengan tingkah kucing kesayangan kami. Aku sering rindu rumah.         Aku tidak tahu apakah beliau masih mengingatnya, saat membaca postingan blog-ku saat itu. Tapi yang aku ingin beliau ingat adalah, ib...

Kisah Menarik Pohon Ghorqod, Pohon-nya Kaum Yahudi

Gambar
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِىُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِىٌّ خَلْفِى فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ. إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ "Tidaklah akan tiba hari kiamat kecuali orang Islam memerangi Yahudi dan membunuh mereka sampai-sampai mereka bersembunyi di belakang batu dan pohon. Kemudian batu dan pohon tadi berkata: Wahai muslim ini dibelakangku ada seorang Yahudi, bunuhlah dia. (Semua tumbuhan demikian) kecuali pohon Ghorqod, sesungguhnya pohon itu adalah pohon orang yahudi"  (HR. Muslim) Kendati tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad SAW, kaum Yahudi Israel mempercayai sabda Nabi bahwa kelak di akhir zaman pohon Ghorqod akan melindungi mereka. Didorong kepercayaan itulah kini Yahudi Israel gencar menanam pohon Ghorqod di berbagai tempat jajahan di Palestina....

Ramadhan ^^

I love Ramadhan because that kid who never prays, prays. That girl who never covers, covers. That guy who never fasts, fasts. Even if it just for a month, at least these "types" of people taste the "sweetness of faith". And perhaps a months later down in life, if their life ever become bitter, they will refer back to ramadhan and yearn for the same "sweetness" they sampled just that one month. You cal them "only Ramadhan muslims" but I called them "muslims who may only need Ramadhan to change". -source : @dagelan- Ramadhan selalu dirindukan, di bulan ini keluarga berkumpul di satu meja makan, berbuka dan sahur bersama. Ramadhan selalu istimewa, sering membuat manusia di perantauan resah karena tak dapat berbagi tawa bersama keluarga nun jauh disana.  Tiap ramadhan teman2 yang lama tak berjumpa beramai2 merancang acara buka bersama. Teman2 terdekat menjadi partner ibadah bersama. Ramadhan selalu merekatkan sendi2 kekeluargaan ...

#Basis14

Gambar
If we meet again for next 5-10 years later, will you guys still remember me?  see you on top guys :} :}